30 March 2013

RUTE PEMBERIAN OBAT PADA TERNAK


  RUTE PEMBERIAN OBAT PADA TERNAK


Rute pemberian obat yang dimaksud disini adalah cara pemberian obat pada ternak, agar masuk kedalam tubuh, mencapai tempat kerjanya, dimetabolisme, dan keluar dari tubuh ternak.

Okey langsung saja, sebagai PPL kita dituntut banyak belajar tentang apa saja, intinya seorang PPL harusnya “sedikit-sedikt tau” (SST) “tau kok sedikit-sedikit” sesuai dengan gelar kebanyakan PPL yaitu SST,.......maaf bagi yang punya gelar SST ya, becanda doang.

Kembali ke topik, sebagai seorang PPL apalagi PPL polypalen yang bertugas didaerah pedalaman seperti saya, bila suatu saat diminta mengobati ternak, agar tidak keliru dalam cara pemberian obat-obatan kepada ternak, maka ada baiknya kita mengetahui cara pemberian obat dan bagaimana cara kerja obat-obatan tersebut. Berdasarkan cara pemberian obat kepada ternak dikenal beberapa jalur atau dalam bahasa yang biasanya digunakan oleh dosen saya bapak, Drh. Budi  Purwo Widiarso,MP,  adalah “rute pemberian obat”.

A. Rute Pemberian Obat

1.  Per Oral

Sumber Gambar : http://cybex.deptan.go.id
Gambar 1. Pemberian obat per oral
  • Yaitu rute pemberian obat lewat mulut, dengan cara dicekok (Drenching).
  • Lebih mudah dan praktis.
  • Kurang cocok untuk hewan yang sakit parah dan tidak mempunyai nafsu makan.
  • Diserap oleh darah setelah dua jam.
2.  Injeksi Sub cutan 

Gambar 2. Injeksi Subcutan

  • Yaitu cara pemberian obat melalui injeksi di bawah kulit. 
  • Dapat dinjeksi bagian leher, punggung. 
  • Dapat terserap oleh darah setelah ½ jam. 
  • Contoh : injeksi ivermectin (ivomec, cydectin dll), anastesi local. 
  • Pasca injeksi kulit harus ditekan-tekan biar obat merata. 
3.  Injeksi Intramuskuler 

 Gambar 3. Injeksi Intramuskuler
  • Injeksi pada bagian otot atau daging yang tebal.
  • Dinjeksikan pada bagian otot paha, otot dada, diantara musculus subscapularis, bagian pantat.
  • Diserap oleh darah setelah 15-30 menit. 
  • Contoh :injeksi antibiotika,vitamin,mineral, anastesi umum.
4.  Intravena

Gambar 4. Injeksi Intravena
  • Yaitu injeksi obat yang dilakukan melalui pembuluh darah arteri cephalica (pada kaki depan/tangan), arteri jugularus (pada leher) dan arteri femoralis (kaki belakang). 
  • Dapat terserap darah hanya dalam ukuran detik. 
  • Cepat terserap, cepat bereaksi, dan memiliki ketrerampilan khusus. 
  • Contoh : injeksi infus Ringer dextrose 5 %. 
  • Obat dalam bentuk cair encer.
5.  Intramamaria 

 Gambar 5. Injeksi Intramamaria
  • Pemberian obat melalui saluran puting.
  • Digunakan untuk mengobati penyakit mastitis. 
  • Dengan menggunakan alat khusus dalam memasukkannya (canul mastitis). 
  • Contoh : injeksi cloxalene plus.
6.  Intraperitonium
  • Pengobatan melalui injeksi lewat perut. 
  • Pada hewan ruminansia pada bagian flank kiri. 
  • Untuk pengobatan penyakit kembung akut. 
  • Obat yang diberikan dalam bentuk cairan antasida.
B.  Hal Penting
  • Jika kondisi hewan ternak parah, katakan pada pemilik bahwa kondisi penyakit ternak sudah parah dan mungkin tidak dapat tertolong lagi, dan katakan dalam kondisi ini anda hanya mencoba menolong daripada dibiarkan mati.
  • Untuk penggunaan obat ternak yang baik dan benar, gunakan obat hanya seperti petunjuk cara pakai pada label kemasan obat tersebut.
  • Jaga kondisi obat agar dalam keadaan tertutup rapat dalam wadah aslinya jika tidak sedang digunakan.
  • Jangan lepas atau pisahhkan label obat dari kemasan obat, karena informasi mengenai cara pakai dan informasi penting lainnya terdapat pada label tersebut.
  • Untuk mencegah kesalahan penggunaan, selalu baca petunjuk penggunaan pada label sebelum penggunaan obat.
  • Cek waktu kadaluarsa obat yang akan digunakan.
  • Jangan malu mengatakan “tidak tau cara pengobatannya” jika memang anda tidak mengetahui persis jenis penyakit ternak tersebut serta obat yang cocok untuk digunakan.


Sumber Materi dan Gambar :
  • Drh. Budi  Purwo Widiarso,MP, 2012. VAKSINASI DAN PENGOBATAN, Materi Kuliah Kesehatan Hewan STPP Magelang. 
  • Deptan, 2012. CARA PEMBERIAN OBAT CACING PADA TERNAK SAPI BALI, diakses pada tanggal  02 Maret 2013, http://cybex.deptan.go.id/gerbanglokal/pemberian-obat-cacing-pada-ternak-sapi-bali