31 March 2013

MENGENAL VAKSINASI



MENGENAL VAKSINASI


A.  Pengertian Vaksinasi dan Vaksin

Vaksinasi adalah suatu metode memasukkan virus mati atau virus hidup yang dilemahkan ke dalam tubuh hewan dan manusia untuk mencegah terjangkitnya penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan vaksin adalah senyawa antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif dan meningkatkan imunitas tubuh terhadap suatu penyakit sehingga tubuh dapat segera membuat antibodi yang di kemudian hari dapat mencegah atau kebal dari penyakit tersebut. 

 Sumber Gambar : htpp://www.who.int/topic/vaccines/en

B.  Tujuan dan Manfaat Vaksinasi

Tujuan vaksinasi adalah memberikan kekebalan (antibodi) pada ternak sehingga dapat melawan antigen atau mikroorganisme penyebab penyakit. Sedang manfaat vaksinasi adalah : (1) Untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak terhadap penyakit tertentu, (2) Untuk mengurangi kemungkinan serangan penyakit tertentu, (3) Untuk mencegah terjangkitnya suatu penyakit sesuai dengan vaksin yang diberikan.

C. Jenis Vaksin
  1. Killed vaccines: adalah virus atau bakteri yang telah dimatikan, biasanya dengan perlakuan radiasi, pemanasan atau reaksi kimia. 
  2. Attenuated vaccines: adalah Virus atau bakteri yang telah dilemahkan atau telah diubah (mutasi) ke bentuk non-patogen. 
  3. Sub-unit vaccines : adalah vaksin yang dibuat dari bagian tertentu dalam virus atau bakteri dengan melakukan kloning dari gen virus atau bakteri melalui rekombinasi DNA, vaksin vektor virus dan vaksin antiidiotipe. 
  4. DNA vaccines : vaksin teknik baru yang digunakan untuk merangsang respon imun humoral dan seluler terhadap antigen protein.

D.  Cara Kerja Vaksin

Ketika vaksin berupa virus/bakteri tersebut disuntikan atau diteteskan ke dalam tubuh, maka tubuh akan memberikan reaksi dengan memproduski antibodi untuk memberikan perlawanan. Ketika ada virus/bakteri yang menyerang maka antibodi yang telah diproduksi sebelumnya mampu menghalau penyakit tersebut.

E.  Penutup

Perlu diingat bahwa vaksinasi pada satu sisi adalah salah satu program pengendalian penyakit pada ternak, tapi pada sisi  yang lain vaksin bertanggung jawab terhadap kerugian ekonomis yang cukup tinggi apabila dalam pelaksanaanya ternyata menemui kegagalan. Untuk itu agar tidak disalahkan dalam kasus kegagalan vaksin, sebagai petugas lapangan yang melakukan vaksinasi perlu memperhatikan beberapa faktor penting yang menyebabkan kegagalan vaksinasi antara lain:
  1.  Masa berlaku vaksin : vaksin yang sudah lewat atau kadaluwarsa menyebabkan vaksin tidak berguna apabila digunakan karena tidak akan menghasilkan imunitas yang diharapkan.
  2.  Tempratur : pada saat penyimpanan dan transportasi vaksin harus tetap terjaga sesuai petunjuk pada kemasan, biasanya tidak diatas 4 derajat celcius, maka vaksin akan kehilangan potensinya. 
  3. Bahan pengencer : seringkali digunakan bahan pengencer berupa air sumur, air ledeng, atau air mineral, hal ini tidak dibenarkan. Gunakanlah hanya bahan pengencer yang telah disediakan oleh pabrik pembuat vaksin atau yang bahan pengencer yang direkomendasikan. 
  4. Cara Vaksinasi : secara khusus dosis dan cara/route pemberian vaksin tertentu sudah ditetapkan oleh produsen pembuat vaksin. Apabila hal tersebut dilakukan tidak sesuai aturan maka terjadilah kegagalan vaksin. 
  5. Jadwal pemberian vaksin : seringkali tidak diperhatikan petugas atau peternak, beberapa vaksin harus diulang pemberiannya dan dikenal dengan istilah booster. Apabila rangkaian pemberian vaksin yang mungkin terdiri dari booster I dan booster II dan seterusnya tidak lengkap dilakukan, maka imunitas yang diharapkan tidak akan tercapai.

Sumber :

  •  Drh. Budi Purwo Widiarso, 2012. Vaksinasi dan Pengobatan, Materi Kuliah Keswan STPP Magelang.
  • David Ramey, 2009. Animal Vaccinations, diakses pada tanggal 2 Maret 2013, http://www.sciencebasedmedicine.org/index.php/animal-vaccinations.
  •  Dwicipto, 2011. Prinsip-prinsip DasarVaksinasi padaTernak, diakses pada tanggal 2 Maret 2013, http://blogs.unpad.ac.id/dwicipto/files/2011/02/Kuliah-4.-Prinsip-prinsip-Dasar-Vaksinasi-pada-Ternak.pdf.
  •  Imbang, 2010. Tindakan-Tindakan Pencegahan Penyakit, diakses pada tanggal 2 Maret 2013http://imbang.staff.umm.ac.id/?p=31.
  • NebGuide,UnderstandingVaccines, diakses pada tanggal 2 Maret 2013, http://www.ianrpubs.unl.edu/pages/publicationD.jsp?publicationId=437.