28 March 2013

CONTOH NASKAH SIARAN PEDESAAN





NASKAH SIARAN RADIO FAST FM
PERKANDANGAN SAPI POTONG
Oleh : Ir. Margono, MMA dan Derisen

A.    Opening

Assalamu'alaikum keluarga fast / bagaimana kabar keluarga fast malam hari ini?/ moga sehat dan baik-baik saja ya/baiklah keluarga fast/malam hari ini saya bersama Bapak : Ir. Margono, MMA/akan membahas tentang perkandangan sapi/ khususnya sapi potong/sebagaimana kita ketahui bahwa
kandang /merupakan salah satu faktor produksi yang belum mendapat perhatian dalam usaha peternakan sapi potong khususnya peternakan rakyat./Tanpa disadari bahwa kandang yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis dapat mengganggu produktivitas ternak/Lalu bagaimana sebenarnya kandang yang memenuhi syarat?

B.    Conten

Keluarga fast fm/kandang yang memenuhi syarat adalah/kandang yang memenuhi kaidah-kaidah lokasi dan konstruksi/yang sesuai dengan tujuan dan pola pemeliharaann ternak.
1.     Syarat Lokasi
a.      Ketersediaan sumber air untuk minum, memandikan dan membersihkan kandang ternak,
b.     Dekat dengan sumber pakan,
c.      Kemudahan akses transportasi untuk penyediaan pakan dan pemasaran,
d.     Tersedia areal untuk perluasan jika dibutuhkan,
e.      Lokasi lebih tinggi dari sekelilingnya sehingga memudahkan untuk pembuangan limbah dan menghindari genangan air pada waktu hujan,
f.      Jarak kandang dengan bangunan umum dan perumahan minimal 10 m,
g.     Tidak mengganggu kesehatan lingkungan,
h.     Limbah ternak dapat tersalur dengan baik.

2.     Syarat Tekhnis Konstruksi Kandang
Konstruksi kandang dirancang sesuai dengan agroklimat wilayah setempat,tujuan pemeliharaan, dan status fisiologis ternak dan tentu saja sesuai dengan kemampuan serta bahan yang ada.
 
a.     Bahan kandang
Bahan kandang hendaknya disesuaikan dengan tujuan usaha dan kemampuan ekonomi. Dalam memilih bahan kandang hendaknya dipilih bahan lokal yang banyak tersedia dan minimal tahan digunakan untuk jangka waktu 5 – 10 tahun.

b.     Lantai Kandang
Berdasarkan kondisi lantai, terdapat 2 macam lantai yaitu sistem litter dan non litter, dimana sistem liter cocok diterapkan pada kandang koloni/kelompok, sedangkan kandang non litter lebih cocok untuk kandang individu yang perlu dibersihkan secara rutin. Yang perlu diperhatikan hal lantai kandang adalah :
  1. Harus kuat, tahan lama, tidak licin dan tidak terlalu kasar, mudah dibersihkan dan mampu menopang beban yang ada diatasnya.
  2. Dapat berupa tanah yang dikeraskan, beton, pasir semen (PC) dan kayu yang kedap air.
  3. Tingkat kemiringan lantai kandang sangat penting untuk menjaga drainase kandang.
  4. Tingkat kemiringan lantai tidak boleh lebih dari 2-5 artinya perbedaan tinggi antara lantai depan dengan lantai belakang pada setiap panjang lantai 1 meter tidak lebih dari 5 cm.
c.      Atap Kandang
  1. Dapat dibuat dari bahan yang murah seperti atap alang-alang, daun kelapa atau mengunakan seng dan asbes.
  2. Untuk atap yang berasal dari daun kelapa dan alang-alang perlu lebih miring berkisar 30% sehingga air hujan yang jatuh dapat segera mengalir sedangkan atap seng dan asbes kemiringan minimal 15%-20% untuk dapat menjamin air hujan dapat mengalir dengan baik.
  3. Untuk dataran rendah sebaiknya minimal ketinggian atap 3,5 meter sedangkan untuk dataran tinggi 2,5 meter.
Berdasarkan bentuk atap kandang, terdapat beberapa model atap kandang yaitu :
  • Atap monitor
  • Atap semi monitor
  • Shade
  • Gable
Model atap monitor dan semi monitor lebih cocok untuk daerah dataran rendah, sedangkan model shade dan gable cocok untuk dataran tinggi yang relatif dingin.

d.     Dinding Kandang
Dinding terbuat dari tembok, kayu, bambu atau bahan bangunan lainnya. Dalam pembuatan kandang yang perlu diperhatikan adalah ventilasi yang menjamin terjadinya pertukaran udara secara teratur, tetapi sekaligus dapat melindungi ternak dari terpaan angin kecang dan suhu dingin. Untuk dataran rendah yang suhu udaranya panas sebaiknya dinding kandang lebih terbuka, sedangkan untuk dat aran tinggi yang suhu udaranya panas sebaiknya tertutup.

e.     Lorong atau Gang
Jika yang ingin dibuat adalah kandang individu dua baris maka perlu dibuat lorong atau gang, agar memudahkan pengelolaan seperti mengangkut pakan dan pembuangan kotoran, minimal lebar lorong dapat dilewati gerobak.

f.      Perlengkapan Kandang
  1. Tempat pakan dan minum : Pada umumnya tempat pakan  berukuran, panjang 90-100 cm dan tempat minum 50-60 cm dengan lebar 50 cm. Tinggi dinding tempat pakan bagian luar 80 cm dan bagian dalam 50 cm. 
  2. Selokan : Merupakan saluran yang berfungsi untuk pembuangan kotoran, selokan sebaiknya berukuran lebar 30-40 cm dengan kedalaman 15-20 cm. 
  3. Tempat penampungan kotoran : Tempat penampungan kotoran; ukuran dan bentuknya disesuikan dengan kondisi lahan dan tipe kandang. Pembuangan kotoran dari kandang dilakukan setiap hari melalui selokan dan disalurkan ke tempat penampungan. Bak penampungan berfungsi untuk proses pengeringan dan pembusukan feses menjadi kompos.
g.     Tife Kandang
1)     Kandang Individu
Kandang individu adalah tipe kandang untuk pemeliharaan satu ternak satu kandang atau ada sekat pemisah antara sapi. Luas kandang individu disesuaikan dengan ukuran tubuh sapi yaitu sekitar panjang 2,5 meter dan lebar 1,5 meter. Kandang individu memiliki kelebihan yaitu sapi lebih tenang dan tidak mudah stress, pemberian pakan dapat terkontrol sesuai dengan kebutuhan ternak, menghindari persaingan pakan dan keributan dalam kandang. Menurut susunannya, terdapat beberapa macam kandang individu yaitu :
  • Satu baris dengan posisi kepala searah
  • Dua baris dengan posisi kepala searah, dengan lorong ditengah
  • Dua baris dengan posisi kepala berlawanan , dengan lorong ditengah
2)     Kandang Kelompok
Adalah tipe kandang pemeliharaan beberapa ekor ternak, secara bebas di dalam kandang.

h.     Jenis Kandang
1)     Kandang Induk
Kandang untuk pemeliharaan induk mulai dari induk sapi bunting (mulai bunting 7 bulan) sampai anak yang dilahirkan lepas sapih (umur 4 bulan sampai dengan 7 bulan).

2)     Kandang Sapih
Tempat pemeliharaan anak sapi (pedet) lepas sapih (umur 4 bulan sampai dengan 7 bulan) sampai umur ± 18 bulan. Biasanya menggunakan kandang kelompok. Kapasitas kandang untuk pembesaran per ekor sebesar 2,5 – 3 m. Kandang pemeliharaan bertujuan untuk menghindari persaingan dengan sapi muda/dewasa. Ternak yang dipelihara dalam satu kandang harus mempunyai kondisi badan yang sama atau hampir sama, untuk menghindari persaingan sesamanya. Pemeliharaan berikutnya setelah dari kandang pembesaran dilakukan pemisahan antara jantan dan betina di kandang individu atau kandang kelompok agar anak tidak dapat menyusu pada induknya.

3)     Kandang Pejantan
Kandang khusus untuk pemeliharaan sapi pemacek. Kontruksi kandang pejantan harus kuat serta mampu menahan benturan dan dorongan serta memberikan kenyamanan dan keleluasaan bagi ternak. Luas kandang pejantan adalah 270 cm X 220 cm.

4)     Kandang Karantina
Kadang karantina digunakan untuk mengisolasi ternak dari ternak yang lain dengan tujuan pengobatan dan pencegahan penyebaran suatu penyakit. Kandang karangtina letaknya terpisah dari kandang yang lain.

5)     Kandang Jepit
Adalah untuk melakukan kegiatan perkawinan IB, perawatan, pengendalian penyakit dan lain sebagainya. Kontruksi kandang jepit harus kuat untuk menahan gerakan sapi dan ukuran kandang jepit yaitu panjang 110 cm, lebar 70 cm dan tinggi 110 cm.

C.    Closing

Keluarga Fast FM yang berbahagia/tanpa terasa/waktu bagi pembahasan kita mengenai/perkandangan sapi potong telah berakhir//kongkulasi dari bahasan kita malam ini adalah/bahwa kandang yang memenuhi syarat/akan memberikan rasa nyaman/aman/keleluasaan bagi ternak/dan akhirnya akan berdampak pada/kesehatan ternak/peningkatan produktivitas ternak/efesiensi tenaga kerja serta mengurangi dampak pada lingkungan sekitar./Akhirnya kami mengucapkan terimakasih dan mohon pamit pada keluarga Fast FM yang telah setia mengikuti acara ini/sampai berjumpa dilain waktu dan topik pembahasan lainnya/selamat malam/selamat beristirahat.